Sajak

Saturday, May 21, 2016



Seberapapun jauhnya jarak antara kenyataan dan harapan
Kau tetaplah sajak yang menggairahkan

Lalu
Bagaimana mampu kuberhenti menghidupkanmu?
Kenangan itu terlalu manis untuk ditekan
Bahkan ketika kupaksa ia masuk pada kotak memori yang ingin kubuang
Ia justru kembali menggerayapiku
Diam- diam
dan perlahan menguasai alam bawah sadar

Aku harus bagaimana?

Menikmati getir ini adalah caraku berdamai dengan diri dan masa lalu

Rindu yang tak kunjung selesai
Harap yang tak kunjung terjawab
Hati yang tak kunjung mampu melupakan

Orang bilang waktu mampu membasuh luka
Ya, waktu memang ahli melakukannya
Tapi tidak dengan kenangan
Abadi dalam ingatan

Biar ku resapi dulu hawa dingin ini
Memeluk lutut di sudut ruang temaram
Sembari mendamaikan hati dan pikiran
Hingga Tuhan bilang "Cukup!"
Dia membawamu kembali
atau...
Menghadirkan sajak baru untukku

Aku sudah terlalu lelah melawan hati
Dan aku memilih menikmati.


Yogyakarta



You Might Also Like

0 komentar

Hi.. Love & peace greetings from me ^O^
Kindly write your lovely comments in the comment box. I’ll read every comments I get from you.

Psstt.. Click button ‘Notify Me’ to get notification when I replied your comments.
Let’s spread love and positivity ♡♡♡

Instagram

Twitter