Dear mama, di hari ibu tahun ini, ga banyak yang mampu ika
kasih untuk mama. Hanya barisan kata yang ika rangkai dari hati yang terdalam,
semoga ini mampu menggambarkan betapa ika sangat bersyukur dilahirkan sebagai
anak mama. Dan ini adalah surat pertamaku untuk mama.
Berbeda dengan ibu lainnya yang mengandung selama 9 bulan
bahkan kurang, mama harus menjaga ika di rahim mama selama hampir satu tahun,
tepatnya 11 bulan. Entah apa yang membuat ika begitu betah menjadi bagian dari
mama. Mungkin karena saat itu ika bisa merasakan bahwa tak ada tempat di dunia
yang se-nyaman di rahim mama, sampai ga mau dilahirkan, dan terus di rahim mama
melebihi bayi biasanya di rahim ibunya. Sulit bahkan hanya untuk sekedar membayangkan
penderitaan dan perjuangan mama saat itu. Maaf ya maa.. selama di rahim mama
ika juga sering membuat mama muntah, ga nafsu makan, bahkan bikin mama sulit
bernafas. Saat proses lahiran-pun, ika ga bisa dilahirkan secara normal, meski
mama sudah mengupayakannya. Mama merelakan perut mama dibedah, mempertaruhkan
nyawa untuk melahirkan ika. Bahkan setelah melahirkan-pun mama masih merasakan
sakit, karena penyembuhan pasca-operasi. Mama yang cantik dan langsing
merelakan diri mama menjadi gemuk demi totalitas merawat anak- anak mama.
